Tampilkan postingan dengan label biji kopi luwak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label biji kopi luwak. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 September 2011

cara membedakan kopi luwak asli atau palsu


Untuk anda yang bukan penikmat kopi, mungkin akan sedikit kesulitan dalam membedakan mana kopi luwak yang asli dan mana kopi luwak yang palsu.

Cara termudah dalam membedakan kopi luwak asli untuk orang awam adalah:

1. Terlihat dari cream yang muncul diatas air kopi luwak yang sudah di seduh

Kopi luwak asli mengeluarkan cream secara alami tanpa campuran apapun. Hal ini bisa terjadi karena biji kopi luwak tersebut ketika di grinder masih berada di dalam kulit ari. Kulit ari tersebutlah yang membuat kopi luwak yang sudah di seduh tersebut keluar creamer nya.

2. Rasa yang tertinggal di tenggorokan

Cara kedua yang paling mudah dalam membedakan mana kopi luwak asli dan bukan adalah dari rasanya. Jika kita bukan penikmat kopi, mungkin akan kesulitan. Jika anda meminum kopi luwak asli, maka rasa kopi luwak tersebut akan tertinggal di tenggorokan dalam waktu 30 menit – 1 jam setelah anda selesai meminum kopi luwak asli tersebut. Inilah yang membuat kenapa kopi luwak tersebut menjadi mahal harga nya.

3. Aroma

Kopi luwak asli memiliki aroma yang kuat, berbeda dari kopi biasa yang kita temui di pasaran. Aroma kuat tersebut akan terasa terutama pada produk kopi luwak arabica.

Itulah ketiga cara termudah dalam membedakan kopi luwak asli dan palsu. Cara ini berdasarkan pengalaman penulis sendiri, dan memang terbukti efektif dalam membedakan mana kopi luwak asli dan palsu.

Rabu, 07 September 2011

sejarah kopi indonesia dan dunia

Sejarah kopi di dunia
Sejarah kopi dapat ditelusuri jejaknya dari sekitar abad ke-9, di dataran tinggi Ethiopia. Dari sana lalu menyebar ke Mesir dan Yaman, dan kemudian pada abad limabelas menjangkau lebih luas ke Persia, Mesir, Turki dan Afrika utara.

Pada awalnya kopi kurang begitu diterima oleh sebagian orang. Pada tahun 1511, karena efek rangsangan yang ditimbulkan, dilarang penggunaannya oleh para imam konservatif dan othodoks di majelis keagamaan di Makkah. Akan tetapi karena popularitas minuman ini, maka larangan tersebut pada tahun 1524 dihilangkan atas perintah Sultan Selim I dari Kesultanan Utsmaniyah Turki. Di Kairo, Mesir, larangan yang serupa juga disahkan pada tahun 1532, di mana kedai kopi dan gudang kopi ditutup.

Dari dunia Muslim, kopi menyebar ke Eropa, di mana minuman ini menjadi populer selama abad ke-17. Orang Belanda adalah yang pertama kali mengimpor kopi dalam skala besar ke Eropa, dan pada suatu waktu menyelundupkan bijinya pada tahun 1690, karena tanaman atau biji mentahnya tidak diijinkan keluar kawasan Arab. Ini kemudian berlanjut pada penanaman kopi di Jawa oleh orang Belanda.

Ketika kopi mencapai kawasan koloni Amerika, pada awalnya tidak sesukses di Eropa, karena dianggap kurang bisa menggantikan alkohol. Akan tetapi, selama Perang Revolusi, permintaan terhadap kopi meningkat cukup tinggi, sampai para penyalur harus membuka persediaan cadangan dan menaikkan harganya secara dramatis; sebagian hal ini karena didasari oleh menurunnya pesediaan teh oleh para pedagang Inggris. Minat orang Amerika terhadap kopi bertumbuh pada awal abad ke-19, menyusul terjadinya perang pada tahun 1812, di mana akses impor teh terputus sementara, dan juga karena meningkatnya teknologi pembuatan minuman, maka posisi kopi sebagai komoditas sehari-hari di Amerika menguat.


Sejarah Kopi di Indonesia

Kopi Indonesia saat ini ditilik dari hasilnya, menempat peringkat keempat terbesar di dunia. Kopi memiliki sejarah yang panjang dan memiliki peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Indonesia diberkati dengan letak geografisnya yang sangatlah cocok bagi tanaman kopi. Letak Indonesia sangat ideal bagi iklim mikro untuk pertumbuhan dan produksi kopi.

Asal-usul

Pada awalnya kopi di Indonesia berada di bawah pemerintah Belanda. Kopi diperkenalkan di Indonesia lewat Sri Lanka (Ceylon). Pada awalnya pemerintah Belanda menanam kopi di daerah sekitar Batavia (Jakarta), Sukabumi dan Bogor. Kopi juga ditanam di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatra dan Sulawesi. Pada permulaan abad ke-20 perkebunan kopi di Indonesia terserang hama, yang hampir memusnahkan seluruh tanaman kopi. Pada saat itu kopi juga ditanam di Timor dan Flores. Kedua pulau ini pada saat itu berada di bawah pemerintahan bangsa Portugis. Jenis kopi yang ditanam di sana juga adalah kopi Arabika. Kopi ini tidak terserang hama.
Biji kopi yang telah digoreng

Pemerintah Belanda kemudian menanam kopi Liberika untuk menanggulangi hama tersebut. Varietas ini tidak begitu lama populer dan juga terserang hama. Kopi Liberika masih dapat ditemui di pulau Jawa, walau jarang ditanam sebagai bahan produksi komersial. Biji kopi Liberika sedikit lebih besar dari biji kopi Arabika dan kopi Robusta. sebenarnya, perkebunan kopi ini tidak terserang hama, namun ada revolusi perkebunan dimana buruh perkebunan kopi menebang seluruh perkebunan kopi di Jawa pada khususnya dan di seluruh Indonesia pada umumya

Kamis, 25 Agustus 2011

mengenal jenis-jenis tanaman

Ada berbagai jenis tanaman kopi..
Berikut di antaranya

1.Kopi Arabika (Coffea arabica)

Beberapa sifat penting Kopi Arabika :

* Daerah yang ketinggiannya antara 700-1700 m dpl dan suhu 16-20° C.
* Daerah yang iklimnya kering atau bulan kering 3 bulan/tahun secara berturut-turut, yang sesekali mendapat hujan kiriman.
* Umumnya peka terhadap serangan penyakit HV, terutama bila ditanam di dataran rendah atau kurang dari 500 m dpl.
* Rata-rata produksi sedang(4,5-5ku kopi beras/ha/th), tetapi mempunyai harga dan kualitas yang relatif lebih tinggi dari kopi lainnya. Bila dikelola secara intensif produksinya bisa mencapai 15-20 ku/ha/th. Rendemen ± 18%.
* Umumnya berbuah sekali dalam setahun.

Beberapa varietas kopi yang termasuk kopi arabika dan banyak diusahakan di Indonesia antara lain; Abesinia, Pasumah, Marago Type dan Congensis. Masing-masing varietas tersebut mempunyai sifat agak berbeda dengan yang lainnya.

Abesinia
Bentuk pohon lebih kekar, bisa ditanam di dataran yang lebih rendah, lebih resisten terhadap penyakit HV.

Pasumah
Bentuk pohon lebih kekar, agak resisten terhadap penyakit HV.
Margo Type Ukuran buah lebih besar dan kualitas lebih baik.

Congensis
Biji berukuran sangat kecil, kurang produktif tetapi resisten terhadap penyakit HV.


2.Kopi Liberika (Coffea Liberica)
Sifat penting Kopi Liberika antara lain :
1. Ukuran daun, cabang, bunga, buah dan pohon lebih besar dibandingkan kopi arabika dan robusta.
2. Cabang priemer dapat bertahan lebih lama dan dalam satu buku dapat keluar bunga atau buah lebih dari satu kali.
3. Agak peka terhadap penyakit HV.
4. Kualitas buah relatif rendah.
5. Produksi sedang, (4,-5 ku/ha/th) dengan rendemen ± 12%
6. Berbuah sepanjang tahun.
7. Ukuran buah tidak merata/tidak seragam
8. Tumbuh baik di dataran rendah.

Beberpa varietas kopi liberika yang pernah didatangkan di Indonesia antara lain : Ardoniana, Durvei.

3.Kopi Robusta (Coffea Robusta) Beberapa sifat penting kopi robusta :

* Resisten terhadap penyakit HV
* Tumbuh pada ketinggian 400-700 m dpl, tetapi masih toleran pada ketinggian kurang dari 400 m dpl, dengan temperatur 21-24° C
* Daerah yang bulan kering 3-4 bulan secara berturut-turut, dengan 3-4 kali hujan kiriman
* Produksi lebih tinggi daripada kopi arabika dan liberika (rata-rata ± 9 – 13 ku kopi beras/ha/th). Dan bila dikelola secara intensif bisa berproduksi 20 ku/ha/th.
* Kualitas buah lebih rendah daripada kopi arabika, tetapi lebih tinggi daripada kopi liberica.
* Rendemen ± 22 %

Beberapa varietas yang termasuk kopi robusta antara lain Quillou, Uganda, dan Chanephora .

4.Kopi hibrida
Kopi hibrida merupakan keturunan pertama hasil perkawinan antara 2 spesial atau varietas kopi, sehingga mewarisi sifat-sifat unggul kedua induknya. Namun demikian keturunan dari golongan hibrida tersebut sudah tidak mempunyai sifat yang sama dengan induk hibridanya. Oleh karena itu pembiakannya hanya dengan cara vegetatif (stek, sambungan, dan lain-lain.

Jumat, 12 Agustus 2011

mengenal kopi luwak dan proses cara pembuatannya

Kopi Luwak, kopi ekslusif dan mahal ....
Kemasyhuran kopi ini diyakini karena mitos pada masa lalu, ketika perkebunan kopi dibuka besar-besaran pada masa pemerintahan Hindia Belanda sampai dekade 1950-an, di mana saat itu masih banyak terdapat binatang luwak sejenis musang.