Pestisida bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti kanker,
ADHD pada anak, gangguan sistem saraf dan melemahkan sistem kekebalan
tubuh. Beruntunglah bagi yang gemar kopi luwak karena kopi ini lebih
bebas pestisida.
Pestisida seringkali disebut sebagai ‘racun’.
Tapi banyak petani yang menggunakan pestisida untuk mencegah kerusakan
atau pembusukan.
Meski dalam jumlah tertentu, penggunaan pestisida
untuk tanaman masih dapat ditolerir tubuh tapi alangkah lebih baiknya
jika sebisa mungkin tidak terkena paparannya.
Kenapa kopi luwak bebas pestisida? Ini karena pestisida pada kopi telah ‘dibersihkan’ secara alami di dalam perut luwak.
Kopi
luwak merupakan jenis kopi yang sering dimakan luwak atau musang
(Paradoxorus hermaphroditus) dan mengalami fermentasi di dalam perut dan
sistem pencernaan hewan mamalia tersebut.
Biji kopi tidak hancur
pada proses sistem pencernaan luwak yang sederhana, karena biji kopi
terbungkus oleh kulit ari yang keras. Biji kopi kemudian akan keluar
bersamaan dengan feses. Kopi inilah yang dikenal sebagai kopi luwak.
Bagi
para penggemar dan pecinta kopi, kopi luwak dinilai memiliki rasa lebih
enak ketimbang jenis kopi yang lain. Hal ini membuat harga kopi luwak
membumbung tinggi.
“Pada dasarnya, secara kesehatan kopi luwak
memiliki manfaat yang sama dengan kopi lainnya,” ujar dr Phaidon L
Toruan, pakar hidup sehat dari Jakarta Anti-aging & Executive
Fitness Consultant, saat dihubungi detikHealth, Rabu (21/7/2010).
Tapi
menurut dr Phaidon, kopi luwak memiliki beberapa keuntungan dari kopi
lainnya, terutama karena kopi ini diolah secara alami di dalam perut
luwak, yaitu:
1. Bersih dari pestisida
Pestisida yang terdapat
pada biji kopi akan ‘dibersihkan’ secara alami di dalam perut luwak.
Sehingga, kopi yang terbawa bersamaan dengan feses luwak telah bebas
dari kandungan pestisida yang berbahaya.
2. Biji kopi yang dipilih adalah biji kopi terbaik
Naluri hewan luwak pasti akan memilih biji kopi yang terbaik atau
paling matang. Pendapat ini juga diamini oleh Dr Ir Yadi Haryadi, Msc,
Ahli Teknologi Pangan IPB.
“Ini memberi keuntungan, karena pada
kopi biasa kemungkinan ada pencampuran antara biji kopi yang mentah dan
matang, yang bisa mengurangi kualitas kopi,” jelas Dr Yadi.
3. Proses fermentasi yang alami pada pencernaan luwak
“Proses fermentasi alami dalam perut luwak, memberikan perubahan
komposisi kimia pada biji kopi,” tutur dr Phaidon, yang juga pengarang
buku ‘Fat Loss Not Weight Loss’.
Fermentasi alami pada pencernaan
luwak dapat meningkatkan kualitas rasa kopi, karena selain berada pada
suhu fermentasi optimal, juga dibantu dengan enzim dan bakteri yang ada
pada pencernaan luwak.
Fermentasi ini menyebabkan protein kopi
menjadi lebih rendah dan lemak lebih tinggi. Protein terkait dengan rasa
pahit pada kopi, jadi semakin rendah protein maka rasa kopi menjadi
semakin tidak pahit.
Sedangkan kandungan lemak yang tinggi,
membuat rasa kopi semakin nikmat. Ini sama halnya dengan makanan lain,
semakin tinggi lemak maka makanan akan semakin enak.
“Tapi pada
dasarnya, untuk manfaat kesehatan, kopi luwak sama saja dengan kopi
lain, yaitu tetap mengandung kafein yang dapat menaikkan detak jantung,”
pungkas dr Phaidon.
health.detik.com
Tampilkan postingan dengan label jual kopi luwak malang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jual kopi luwak malang. Tampilkan semua postingan
Selasa, 01 November 2011
Rabu, 14 September 2011
Bom emas kopi luwak
Kopi yang dihasilkan oleh biji kopi Luwak ini sangat unik rasanya, tak heran jika kopi jenis ini sukses mendapatkan tempat di hati para pecinta kopi.
Setiap pon biji kopi yang dikumpulkan dari kotoran hewan Luwak ini dapat dihargai hingga ratusan dolar AS. Beberapa negara yang memiliki banyak hewan Luwak seperti Indonesia dan Filipina pun terkena dampak dari "bom emas" kopi Luwak.
Menurut berita harian ekonomi, Luwak adalah hewan malam yang mempunyai kebiasaan mencari dan makan buah kopi matang yang paling enak di perkebunan kopi dan membuang biji kopi yang tidak dapat dicerna melalui kotorannya.
Setiap pon biji kopi yang dikumpulkan dari kotoran hewan Luwak ini dapat dihargai hingga ratusan dolar AS. Beberapa negara yang memiliki banyak hewan Luwak seperti Indonesia dan Filipina pun terkena dampak dari "bom emas" kopi Luwak.
Menurut berita harian ekonomi, Luwak adalah hewan malam yang mempunyai kebiasaan mencari dan makan buah kopi matang yang paling enak di perkebunan kopi dan membuang biji kopi yang tidak dapat dicerna melalui kotorannya.
Sukses Berbisnis Kopi Luwak
Kenikmatan dan popularitas kopi luwak sudah tersebar di Indonesia dan mancanegara. Karena kenikmatannya yang khas dan istimewa, Anda harus mengeluarkan uang paling sedikit 80.000 rupiah untuk mendapatkan secangkir kopi luwak. Terutama di luar negeri, secangkir kopi luwak dijual paling rendah U$ 50, sekitar Rp 450.000.
Berbagai media lokal dan internasional, baik elektronik maupun cetak, telah banyak mengupas tentang khasiat dan rasa spesial kopi luwak. Acara talkshow The Oprah Winfrey Show juga pernah membahas tentang si kopi fases ini. Bahkan, Presiden Republik Indonesia pernah memberikan kopi luwak sebagai oleh-oleh dari Indonesia kepada Perdana Menteri Australia.
Mahalnya harga kopi luwak sangat beralasan. Di samping dengan kenikmatan rasanya, juga proses pembuatannya yang unik dan tidak bisa diproduksi secara besar. Kopi luwak hanya dihasilkan dari biji-biji kopi pilihan melalui proses fermentasi dalam sistem pencernaan luwak atau musang. Maka, produksi kopi luwak hanya mengandalkan ketersediaan hewan luwak, baik dari penangkaran maupun alam bebas.
Akan tetapi dari hal di atas, justru di sinilah nilai bisnis dan peluang usaha yang bisa kita rebut untuk mendapatkan keuntungan besar. Bagaimana caranya? Anda hanya perlu menyiapkan empat hal dasar, yaitu menyediakan luwak, membuat kandang, mempersiapkan buah kopi, dan menyediakan pakan lainnya.
Jika tidak memiliki kebun kopi sendiri, Anda bisa bekerjasama dengan pemilik perkebunan kopi. Pemilik perkebunan kopi dapat menjamin ketersediaan buah kopi yang sudah matang, dengan sistem bagi hasil atau jual-beli. Bisnis ini sangat menggiurkan jika dikelola dengan baik dan tepat.
Berbagai media lokal dan internasional, baik elektronik maupun cetak, telah banyak mengupas tentang khasiat dan rasa spesial kopi luwak. Acara talkshow The Oprah Winfrey Show juga pernah membahas tentang si kopi fases ini. Bahkan, Presiden Republik Indonesia pernah memberikan kopi luwak sebagai oleh-oleh dari Indonesia kepada Perdana Menteri Australia.
Mahalnya harga kopi luwak sangat beralasan. Di samping dengan kenikmatan rasanya, juga proses pembuatannya yang unik dan tidak bisa diproduksi secara besar. Kopi luwak hanya dihasilkan dari biji-biji kopi pilihan melalui proses fermentasi dalam sistem pencernaan luwak atau musang. Maka, produksi kopi luwak hanya mengandalkan ketersediaan hewan luwak, baik dari penangkaran maupun alam bebas.
Akan tetapi dari hal di atas, justru di sinilah nilai bisnis dan peluang usaha yang bisa kita rebut untuk mendapatkan keuntungan besar. Bagaimana caranya? Anda hanya perlu menyiapkan empat hal dasar, yaitu menyediakan luwak, membuat kandang, mempersiapkan buah kopi, dan menyediakan pakan lainnya.
Jika tidak memiliki kebun kopi sendiri, Anda bisa bekerjasama dengan pemilik perkebunan kopi. Pemilik perkebunan kopi dapat menjamin ketersediaan buah kopi yang sudah matang, dengan sistem bagi hasil atau jual-beli. Bisnis ini sangat menggiurkan jika dikelola dengan baik dan tepat.
Langganan:
Postingan (Atom)

